Sabtu, 10 Mei 2014

Amalan Pembuka Pintu Rezeki Allah SWT




(QS. Ar Ra’du [13] : 26):Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
Allah SWT yang melapangkan atau menyempitkan, memberikan atau menahan rezeki seseorang. Dia yang mencukupkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendakinya, dan Dia juga yang tidak mencukupkan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya. Semua itu adalah sunnatullah, ujian kepada manusia, kita termasuk hamba-Nya yang bersyukur, sabar, atau takabur dan sombong ???
Allah SWT berfirman (QS. Az-Zhukhruf [43] : 32)
Artinya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
pembuka pintu-pintu rezeki Allah SWT adalah sebagai berikut:

1. Menyempurnakan ikhtiar, berusaha sebaik-baiknya.
Sebagai orang beriman, kita perlu mencari sebab-sebab yang membawa kepada kemudahan rezeki. Misalnya ingin mendapatkan rezeki untuk biaya keluarga, anak, istri, berarti kita perlu mencari pekerjaan yang halal dan mengerjakan pekerjaan kita dengan disiplin dan sebaik-baiknya yang bisa kita lakukan. Ingin punya anak sholih dan sholihah, kita perlu mencari istri/suami yang sholihah/sholih dan mendidik anak kita dengan akhlaq Islam.
Para Nabi dan salaful sholih pun juga bekerja:
“Sesungguhnya Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari].
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari].
“Zakariya Alaihissallam dulu adalah seorang tukang kayu”. [HR Muslim].
“Dan Zainab (binti Jahsy) adalah wanita pengrajin tangan, ia menyamak kulit dan melobangi (serta menjahit)nya untuk dibuat khuf atau lainnya. Lalu ia bershadaqah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” [HR Al Hakim]
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun melainkan pernah menggembala kambing.” Para sahabat bertanya,”Dan engkau sendiri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Ya, aku juga dulu menggembalakan (kambing-kambing) milik penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath.” [HR Al Bukhari](bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar