Kamis, 24 April 2014

Jenis-Jenis Mimpi dalam Islam



Jenis-Jenis Mimpi dalam Islam

lazadaSering kali, seorang muslim bermimpi dalam tidurnya. Kadang mimpinya indah, kadang pula ada mimpi yang membuatnya gelisah. Ada mimpi yang tidak jelas, ada pula mimpi yang berefek nyata seperti mimpi basah.

Apa saja jenis-jenis mimpi dalam pandangan Islam? Berikut lima hadits yang menjelaskan perinciannya:

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ
“Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang.” (HR. Muslim)

Minggu, 20 April 2014

ashabul ukhdud


lazadaShuhaib RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu, ada seorang raja dari kalangan bangsa sebelummu (umat Nabi terdahulu). Sang raja mempunyai tukang sihir. Ketika usia si tukang sihir semakin tua, ia berkata kepada raja, ‘Aku telah lanjut usia. Karena itu, kirimkan seorang pemuda yang akan kuajari ilmu sihir.’ Maka, raja itu mengirim seorang pemuda untuk diajari ilmu sihir. Di tengah perjalanan menuju rumah si tukang sihir, pemuda itu bertemu seorang pendeta. Sang pemuda singgah di tempatnya dan mendengarkan ucapannya. Ketika pemuda itu sampai di tempat si tukang sihir, ia dipukul (karena terlambat). Sang pemuda mengadukan hal itu kepada si pendeta. Pendeta berkata, “Jika kamu tiba di rumah tukang sihir, katakanlah bahwa kamu terlambat karena urusan keluarga. Dan, jika tiba di rumahmu, katakanlah bahwa kamu terlambat karena ada urusan di rumah tukang sihir. Suatu hari, dalam perjalanannya menuju rumah tukang sihir, sang pemuda melihat seekor harimau yang sangat besar berdiri di tengah jalan, sehingga tidak ada seorang pun yang berani melalui jalan itu. Pemuda itu berkata dalam hati, ‘Akan kubuktikan, mana yang lebih baik, si tukang sihir atau pendeta.’ Lalu, ia mengambil batu dan berkata, ‘Ya Allah, jika ajaran si pendeta lebih Engkau sukai daripada ajaran si tukang sihir, maka bunuhlah binatang itu agar orang-orang ini bisa lewat.’ Sang pemuda menimpuk binatang itu dengan batu, dan binatang itu pun mati. Sang pemuda menceritakan hal itu kepada si pendeta. Pendeta berkata, ‘Anakku, sekarang, kamu lebih baik daripada aku. Kehebatanmu sudah mencapai tingkat yang tinggi, sebagaimana yang aku saksikan. Kamu akan menerima cobaan berat. Jika kamu mengalaminya, jangan sampai kamu menunjukkan

Jumat barokah

Jumat barokah......

Senin, 07 April 2014

Surat dari Amsterdam untuk Menteri Agama tentang Keturunan Rasulullah





Seorang Warga Negara Indonesia di Amsterdam bernama H. Rifai pada tanggal 30 Desember 1974 mengirim surat kepada Menteri Agama H.A Mukti Ali yang isinya meminta penjelasan mengenai Keturunan Rasulullah. Oleh Menteri Agama pertanyaan itu diteruskan kepada Buya Hamka, dan mengingat jawaban terhadap pertanyaan ini bisa jadi tambahan yang berguna bagi pengetahuan kaum muslimin maka jawaban tersebut dimuat di Majalah Panji Masyarakat. Berikut adalah jawaban Buya Hamka terhadap pertanyaan tersebut :
Yang pertama sekali hendaklah kita ketahui bahwa Nabi SAW tidak meninggalkan anak laki-laki. Anaknya yang laki-laki yaitu Qasim, Thaher, Thayib dan Ibrahim meninggal di waktu kecil belaka. Sebagai seorang manusia yang berperasaan halus, beliau ingin mendapat anak laki-laki yang akan menyambung keturunan (nasab) beliau. Beliau hanya mempunyai anak-anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum dan Fathimah. Zainab memberinya seorang cucu perempuan. Itupun meninggal dalam sarat menyusu. Ruqayyah dan Ummu Kulsum mati dalam usia muda. Keduanya adalah isteri Usman bin Affan, meninggal Ruqayyah berganti Ummu Kulsum (ganti tikar). Ketiga anak perempuan inipun meninggal dahulu dari beliau.
Hanya Fathimah yang meninggal kemudian dari beliau dan hanya dia pula yang memberi beliau cucu laki-laki. Suami Fathimah adalah Ali Bin Abi Thalib. Abu Thalib adalah abang dari ayah Nabi dan yang mengasuh Nabi sejak usia 8 tahun. Cucu laki-laki itu ialah Hasan dan Husain. Maka dapatlah kita merasakan, Nabi sebagai seorang manusia mengharap anak-anak Fathimah inilah yang akan menyambung turunannya. Sebab itu sangatlah kasih sayang dan cinta beliau kepada cucu-cucu ini. Pernah beliau sedang ruku’ si cucu masuk ke dalam kedua celah kakinya. Pernah sedang beliau sujud si cucu berkuda ke atas punggungnya. Pernah sedang beliau khutbah, si cucu duduk ke tingkat pertama tangga mimbar.
Al-Tirmidzi merawikan dari Usamah Bin Zaid bahwa dia (Usamah) pernah melihat Hasan dan Husain berpeluk di atas ke dua belah paha beliau. Lalu baginda SAW berkata, “Kedua anak ini adalah anakku, anak dari anak perempuanku. Ya Tuhan aku sayang kepada keduanya”.
Dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Abi Bakrah bahwa Nabi SAW pernah pula berkata tentang Hasan, “Anakku ini adalah Sayyid (tuan), moga-moga Allah akan mendamaikan tersebab dia diantara dua golongan kaum muslimin yang berselisih”.

Sabtu, 29 Maret 2014

Amalan Harian

100 shalawat. 100 istighfar. 100 subhaanallaahi wabihamdih. 100 laa-ilaa-ha-illallaah.
Kalo mau rizki banyak, tambahin Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x. Jumlah yang ini, bisa diubah, lebih banyak atau lebih sedikit. Saya malah setiap habis shalat. Jumlahnya disedikitin, 33x atau 11x. Tapi tiap habis shalat. Rizki alhamdulillaah, Yah, itung2 setiap habis shalat, manggil2 Yang Maha Membuka & Maha Memberi Rizki. Dipanggil terus, masa ga datang. Kalo lagi butuh banget2, hajar 111x, saban2 habis shalat. Liat efeknya. Mudah2an makin cinta sama Allah.
Amalan harian ini, ngamalinnya jangan ON OFF. Geber 100 hari gitu. Tar habis tuntas 100 hari ga putus, geber lagi 100hr ke-2, ke-3, dst. Pelan2 coba benahin shalat berjamaahnya. Di masjid. +qobliyah ba’diyahnya. +tahiyyatul masjid, +syukur wudhu. Juga hajar 100 hari. Ambil kesempatan emas doa mustajab antara adzan dan iqomat. Ngiringin amalan harian. Pelajarin zikir/wirid yang diajarkan Nabi saban2 habis shalat fardhu. 33x ini 33x itu. Ini jangan ampe ditinggal. Dijalanin juga. Tar hidup terasa enteng. Ringan. Ga kayak ngejar bayangan dalam nyari rizki. Adem idup.
Kalo 100 hari dirasa berat, coba 3 hari dulu. Jajal dengan kekuatan penuh. Jangan ada yang bolong & ketinggalan. Terus tingkatin 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, terus sampe dah ke-100 hari. Habis itu langsam, jangan ditinggal. Syukur2 sekalian aja dah, tahajjudnya, minimal 2 rokaat aja mah. Waktu emas nih. +dhuha. Walo juga minimalis 2 rokaat. Al Qur’annya dibaca 1 halaman+artinya, +dihafal 1aayat+artinya.
Sempurnain dengan sedekah, nuntut ilmu pake bismillaah, kerja pake bismillaah, usaha pake bismillaah, tutup pake alhamdulillaah. Apabila mata bisa sekalian dijaga, telinga, lisan, hati, pikiran, selama ngetrack di jalur 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari, tambah cakep dah. Mas Wahyu, salah seorang jamaah, ngabarin, ngetrack ginian doang, utangnya 3M lunas, dengan cara2 amazing, dalam waktu yang amazing. Dengan cara ini pula, ngembaliin hidup pada tracknya, sepasang suami istri yang udah 14 tahun menikah, belom punya anak, jadi punya anak.

Sabtu, 22 Februari 2014

Janissary atau Yenicheri : satuan elit militer Kekaisaran Ottoman


Janissaries (from Ottoman Turkish يکيچرى Yeniçeri artinya “prajurit baru”) adalah prajurit yg paling terkenal dan ditakuti di Eropa selama berabad2, dari awal dibentuknya mereka pada awal masa2 Ottoman, bahkan hingga keruntuhannya pada tahun 1826. Imej ttg Janissari pada masa jayanya hampir selalu digambarkan dengan prajurit yg tangguh, disiplin, dan tak kenal kata mundur.
ASAL MUASAL dan LEGENDA
Semua berawal dari sebuah negara kecil (Beyliks) di Sogut yg dipimpin oleh Osman I. Sebagai sebuah negara kecil yg berbatasan lsg dgn Bizantium, Ottoman banyak melakukan peperangan baik besar maupun kecil dgn Bizantium. Berbagai macam prajurit digunakan oleh Ottoman, baik kavaleri maupun infantri.
sultan osman I

Pada awalnya, pasukan Ottoman mirip dgn Beylik lain di Anatolia, pasukan itu antara lain Kavaleri Musellem dan Yaya Infantry, dan tak lupa pula para Ghazi. Pada masa Orhan Ghazi (Orhan Bey)-Putra Osman I- mulai dibentuk pasukan Kapikhalki (Qapikulu/Kapikulu)sebagai pengawal pribadi, yg terdiri dari para full time infantry menggantikan pasukan berkuda yg cenderung setia pada klan tertentu (nantinya Qapikulu ini berubah menjadi kesatuan kavaleri yg mengawal Sultan). Pasukan ini terinspirasi dari pasukan Bizantium yg bernama Murtatoi, yg pada masa itu adalah infantry archer yg efektif.