Sabtu, 16 Maret 2013

Ikhlas Dalam Beramal

Ikhlas Dalam Beramal

    1. 11. Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
    2.  12. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."

    3. 5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
       

    4. 265. Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

 


 

Sahabat Umar bin Khathab ra berkata: Aku mendengar Rasulufiah saw bersabda: "Sesungguhnya sahnya semua amal hams disertai niat Dan suatu perbuatan yang dilakukan seorang sangat tergantung pada niatnya. Barangsiapa berhijrah karena hendak mencari keridhaan Allah dan rasul-Nya, tnaka keridhaan Allah dan rasul-Nya pulalah yang akan dijumpai. Dan barang-siapa berhijrah karena hendak mencari kekayaan dunia atau karena wanita yang hendak dinikahi, maka apa yang diUiju itulah yang ditemuinya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Sesungguhnya Allah swt tidak melihat (menilai) bentuk tubuh serta kemolekan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Bukhari dan Muslim mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Seandainya salah  seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam guayang tiada pintu dan lobangnya, maka amal itu tetap akan bisakeluar (tetap dicatat oleh Allah) sampai kapan pun."
Imam Bukhari dan Muslim mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya tentang orang yang berperang dengan gigin, orang yang berperang dengan semangat yang agak lemah, serta orang yang berperang karena pamer. Di antara mereka, siapakah yang berperang karena meluhurkan agama Allah? Jawab Rasulullah: "Barangsiapa berperang agar agama Allah tetap berjaya, maka dialah orang yang. berperang di jalan Allah."
Sahabat Ibnu Umar ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Apabila Allah menurunkan adzab kepada sekelompok kaum, maka adzab itu akan menimpa orang-orang yang berada di dalamnya. Dan kemudian mereka akan dibangkitkan berdasar niat mereka masing-masing." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sahabat Sa'ad bin Abi Waqash ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Nafkah yang kamu keluarkan semata-mata mencari keridhaan Allah, akan mendatangkan pahala besar bagimu. Dan termasuk mendapat pahala besar pula nafkah yang kamu berikan kepada istrimu." (HR. Bukhari).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar