Tampilkan postingan dengan label materi tarbiyah bagi kader pemula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi tarbiyah bagi kader pemula. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

Tarbiyah Al Quran selama Ramadhan

Tadarus Al Quran selama Ramadhan dapat dirasakan sebagai sebuah perjalanan ruhani ini. Membaca Al Quran memang memerlukan sebuah persiapan ruhani untuk tidak sekedar membaca dengan lidah. Firman-firman Allah yang merupakan mukjizat Allah kepada Rasulullah SAW dapat dirasakan sebagai sebuah nikmat tak terhingga bagi yang membacanya, menyelaminya dan merasakan aliran nikmat itu masuk kedalam hati.

Setiap individu memiliki takaran untuk mendapatkan energi Ilahi yang terpancarkan kepada hati ini, tergantung sejauh ini hati ini pasrah dan membuka diri kepada Allah. Seperti kata “Islam” yang salah satu maknanya “surender to Allah”, maka membaca Al Quran seperti menyerahkan diri kepada Allah untuk diberi apa saja hikmah-hikmah terkandung di dalamnya.

Jumat, 19 Agustus 2011

Rahasia Di Balik Orang Beramal dan Berharakah



Oleh: Musyafa Ahmad Rahim, Lc




dakwatuna.com - Manusia diciptakan Allah SWT atas suatu fitrah (Q.S. 30).

Fitrah itu gambarannya mirip dengan seseorang yang haus, maka ia akan berusaha mendapatkan air guna mengusir rasa dahaganya. Dan selama belum mendapatkannya, ia akan terus mencari dan mencari sehingga mendapatkannya.

Dan fitrah manusia yang paling kuat adalah fitrah untuk menghambakan diri kepada-Nya, istilah Jawanya fitrah untuk ngemawula. Maksudnya merendahkan diri serendah-rendahnya, mengekspresikan keperluan dan kefakirannya, menangis, meratap, memuja, memuji dan menumpahkan segala rasa rindu, perlu, hajat, pasrah,

Sabtu, 13 Agustus 2011

Dzikir kepada Allah, sedekah yang paling baik

Setiap orang memiliki harta benda namun tidak setiap orang memiliki harta berlebih. Kadangkala kita sendiri merasa kurang harta dalam menjalani kehidupan ini. Tidak jarang ini menimbulkan keresahan, kegelisahan, takut akan masa depan dan menimbulkan rasa tidak percaya diri.

Semuanya karena harta benda yang kita miliki sedikit, rumah sederhana, tidak punya kendaraan, kalau pun ada hanya sepeda motor. Sementara kita melihat sekeliling tampak seperti bergelimang harta, dimudahkan dalam perjalanan dan hidup serba nyaman.

Jangan bersedih. Semuanya adalah rezeki Allah. Bersama Allah hati kita menjadi tenang meskipun tanpa harta benda berlebih. Bahwa kita sudah berusaha semaksimal mungkin meraih rezeki Allah namun hanya sedikit yang kita dapatkan, tetaplah bersyukur. Tetaplah berikhtiar lalu bertawakal.

Kamis, 11 Agustus 2011

God is near

In tadarus Koran was revealed to him that the trip since we are in the nature of spirit to nature and nature's womb and then the natural world and the afterlife barzah been clearly explained.

We are given the power of live capture and emission wave divine word of this through a willing heart, let go and solely for Allah. When there is heart murmur is not because God so difficult once we grasp the meanings of the hijab because it will be within us. This is also the author felt that sometimes the verses are just past the ears or read but not stuck.

But once the heart is opened to God, then the vibrations of the Qur'an is perceived as a coolness that seep into the hearts and always pray that the uptake-uptake into Qalbu directly granted by God is not lost, do not slip by.

Minggu, 07 Agustus 2011

Makna Tarbiyah dan Liqo` (1)



Untuk mengetahui lebih jauh makna Tarbiyah dan Liqo` berikut ini sebuah penjelasan dari Syariah Online.
Secara bahasa Tarbiyah itu maknannya adalah pendidikan atau pembinaan dan liqo` artinya pertemuan. Selain dua istilah itu ada lagi istilah lainnya ang terkait kuat yaitu halaqah. Secara istilah halaqah berarti pengajian imana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar. Dalam ahasa lain bisa juga disebut majelis taklim, atau forum yang bersifat ilmiyah.

Istilah halaqah ini sangat umum di timur tengah dan biasa dilakukan di banyak masjid. Materinya bisa berkaitan dengan kitab tertentu seperti qidah, fikih, hadits, sirah dan seterusnya. Contoh yang paling mudah bisa kita dapati di dua masjid Al-Haram, Mekkah dan Madinah. Setiap hari selalu dipenuhi dengan halaqah yang diisi oleh para masyaikh / ustaz yang merupakan akar di bidangnya.

Sedangkan isitlah liqo` lebih umum dari halaqah, karena isinya bisa saja bukan merupakan kajian ilmiyah, tetapi bisa diisi dengan rapat, pertemuan, musyawarah dan seterusnya.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Tadarus selama Ramadhan

Tadarus Al Quran selama Ramadhan dapat dirasakan sebagai sebuah perjalanan ruhani ini. Membaca Al Quran memang memerlukan sebuah persiapan ruhani untuk tidak sekedar membaca dengan lidah. Firman-firman Allah yang merupakan mukjizat Allah kepada Rasulullah SAW dapat dirasakan sebagai sebuah nikmat tak terhingga bagi yang membacanya, menyelaminya dan merasakan aliran nikmat itu masuk kedalam hati.

Setiap individu memiliki takaran untuk mendapatkan energi Ilahi yang terpancarkan kepada hati ini, tergantung sejauh ini hati ini pasrah dan membuka diri kepada Allah. Seperti kata “Islam” yang salah satu maknanya “surender to Allah”, maka membaca Al Quran seperti menyerahkan diri kepada Allah untuk diberi apa saja hikmah-hikmah terkandung di dalamnya.

Banyak hikmah terungkap ketika mengikuti perjalanan ayat demi ayat, surat demi surat, juz demi juz, yang semakin membulatkan bahwa Allah memang akan memberikan karunia kepada diri kita melalui rasa sambung dengan-Nya tatkala ayat-ayat itu dibacakan.

Senin, 01 Agustus 2011

Memilih Puasa untuk menuju Taqwa


Buah berpuasa seperti diharapkan Allah SWT adalah menjadikan kita bertaqwa. Buah inilah yang menjadi sasaran selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Taqwa itu dapat dirasakan oleh diri sendiri dengan sebagian indikatornya terlihat mata manusia. Namun perasaan ketaqwaan inilah yang mengetahui mutlak hanyalah Allah SWT. Yang mulia di sisiNya pun adalah mereka yang bertaqwa, demikian firman Allah SWT.

Puasa merupakan salah satu jalan yang menuju kepada ketaqawaan, menuju maqam yang mulia disisi-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Al Baqarah:183)

Lalu bagaimana berpuasa yang benar-benar melahirkan ketaqwaan di ujung Ramadhan?

Minggu, 31 Juli 2011

Taqwa

Taqwa
Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah

dakwatuna.com – Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ﴿١٠٢﴾

“Hai orang-orang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa.” (QS. Ali Imran: 102).

Allah berfirman,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴿١٦﴾

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At-Taghabun: 16)

Kamis, 28 Juli 2011

Hizbusy Syaithan (Bagian ke-1)

dakwatuna.com - Kali ini kita mengambil tema “Hizbusy Syaithan”, artinya Partai Syetan. Tentu saja kita tidak ingin bangsa kita terperosok terus menerus pada gambaran-gambaran bodoh yang meracuni pikiran anak-anak kita, dengan pengenalan-pengenalan yang salah tentang syaithan melalui film-film picisan, murahan, yang mempersempit otak, membuat anak-anak menjadi penakut dengan gambaran-gambaran yang salah dan melenceng. Barangkali tidak semuanya salah tetapi lebih banyak salahnya daripada benarnya yang digambarkan dalam bermacam mitos.
Salah satu hal yang harus kita perjuangkan dalam hidup ini ialah bermusuhan. Mungkin mengejutkan, kenapa kita harus bermusuhan? Bukankah kita harus mencari sahabat. Tidak benar. Mencari sahabat itu perlu bahkan dikatakan lebih susah mencari seorang sahabat daripada mencari musuh. Tanpa rekayasa pun kita bisa gampang ketemu musuh. Lewat di muka orang banyak tanpa berteguran dengan sifat arogan, berkata yang tidak menyenangkan sudah cukup untuk dapat musuh.

Selasa, 26 Juli 2011

Kebahagiaan saat beribadah

Ibadah yang kita lakukan sehari-hari seperti shalat yang sudah jelas perintahnya sering terkesan rutin, kosong dan tidak terasakan. Di tengah segala kesibukan, di tengah studi, disela-sela rapat atau di sela-sela kegiatan yang padat, shalat dikerjakan sebagai cara untuk menghilangkan kewajiban.

Shalat dan ibadah lainnya bukan sebagai sebuah tindakan yang mencerminkan sebuah ketaatan yang membahagiakan. Artinya dalam ibadah itu dirasakan tidak hanya pelaksanaan rukun Iman, Islam tetapi juga Ihsan.

Sikap Muslim terhadap dosa

Sikap Muslim terhadap dosa adalah sebagaimana diungkapkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud, "Seorang mu’min melihat dosanya seolah-olah ia berada pada kaki gunung yang akan runtuh menimpanya, sedangkan orang durhaka (al-fajr) melihat dosanya sebagimana lalat hinggap pada hidungnya, kemudian ia menghalaunnya."

Imam Bukhari mengeluarkan sebuah hadits dari Anas yang mengatakan: "Sesungguhnya kamu melakukan pekerjaan maksiyat yang pada pandangan kamu lebih kecil ketimbang sehelai rambut, sedangkan kami menganggapnya tergolong pada masalah-masalah yang akan membawa pada kehancuran."

Mengambil contoh Ikhwanul Muslimin, menjauhi dosa kecil dan terutama dosa besar merupakan salah satu kewajiban kader Ikhwan ([4], Kewajiban ke 32) dan muwashofat yang harus dimiliki kader-kadernya.
Lima macam dosa besar di antara dosa-dosa besar
Syirik (menyekutukan Allah)

Syirik adalah menyamakan Allah dengan yang lain dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya.

Syirik dapat digolongkan menjadi dua macam: syirik besar (asy-syirku al-akbar) dan syirik kecil (asy-syirku al-asghar).
Syirik Besar

Kamis, 14 Juli 2011

Sepuluh Jalan Penghapus Dosa


Diantara jalan bagi penghapus dosa bagi seorang muslim dan mukmin, diantaranya, pertama, membaca istighfar (memohon ampun), kedua, taubat, ketiga, mengerjakan amal-amal kebaikan yang menghapuskan dosa, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya :

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itlah peringatan bagi orang-orang yang ingat". (QS : Hud :114)


Keempat, berbagai musibah yang menimpa diri manusia yang lemah karena dosa yang telah dilakukannya. Yang paling berat adalah musibah yang mengantarkannya pada kematian dan yang paling ringan adalah duri yang menusuk dirinya serta teriknya sinar matahari yang menyengat.

Jumat, 08 Juli 2011

Ma’rifatul Islam

Ad-dien menurut Al-Qur’an
• Dienullah, DienuI Islam [48:28, 61:9] Dienullah dibawa oleh semua Rosul dan nabi untuk keselamatan manusia. Disebut juga dengan dienul haq (dienus samaawi).
• Dienul ghoiru dienullah, bukan dari Allah. Jumlahnya lebih dari satu (QS. 48;28) hasil rekayasa pikiran manusia, biasa disebut agama budaya (dienul ardli)
Ciri-ciri dienullah/dienus-Samaawi
• Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat. Disampaikan oleh manusia pilihan Allah (utusan-Nya), utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan.
• Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.
• Konsep tentang Tuhannya adalah Tauhid.
• Pokok-pokok ajarannya tidak pernah berubah dengan perubahan masyarakat penganutnya.
• Kebenarannya universal dan sesuai dengan fitrah manusia
Ciri-ciri dienul ardli :
• Tumbuh dalam masyarakat.
• Tidak disampaikan oleh Rosul Allah.
• Umumnya tidak memilki kitab suci, walaupun ada sudah mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah.
• Konsep Tuhannya dinamisme, animisme, politheisme, dll.
• Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan masyarakat penganutnya .
• Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi segenap manusia, masa dan keadaan.
Pengertian Islam secara Ethimologi/ Bahasa :
• Tunduk patuh, berserah diri (al-istislaam) [3:83].
• Damai (as-silm) .
• Bersih (as-saliim)
• Aturan Illahi yang diberikan kepada manusia yang berakal sehat untuk kebahagiaan hidup mereka di dunia dan akhirat.
• Ajaran lslam :
- Sesuai fitrah manusia QS. 30;10 Kepentingan seluruh manusia QS 34;28
- Rahmat seluruh alam QS 21;107
- Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia QS. 2;179
- Sangat sempurna QS. 5:3
Referensi
Diktat agama IPB, K.H. Didin Hafidhuddin
http://materitarbiyah.wordpress.com/

Selasa, 05 Juli 2011

Marhalah dakwah

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Mutiara Ayat:


Ibnu Abbas RA saat menafsirkan ayat ini mengatakan, “Allah Taala memerintahkan melalui ayat ini kepada orang-orang mukmin untuk bersabar saat ia marah, bersikap santun saat bertemu orang jahil, dan memaafkan saat diperlakukan dengan buruk, dan jika mereka melakukan yang demikian ini maka Allah Taala akan menjaga mereka dari tipu daya Setan, serta lawan-lawan mereka akan tunduk kepada mereka seakan-akan sahabat yang amat akrab.” (Tafsir Ibnu Katsir, VII/181)

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkomentar tentang ayat ini, “Inilah para kekasih Allah, inilah para wali Allah, inilah orang-orang yang disucikan di sisi Allah, inilah orang-orang terbaik di sisi Allah, inilah makhluk yang paling dicintai Allah, karena mereka menyambut seruan Allah dengan dakwahnya, lalu mereka mengajak orang-orang lain untuk bersama-sama menyambut seruan-NYA dan beramal shalih dalam rangka taat kepada-NYA, lalu setelah itu mereka berkata: Sungguh kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri. Maka inilah para Khalifah Allah!” (Tafsir At-Thabari, XXI/469)

Sifat-Sifat Dai:

1. Tarbiyah Yang Matang

Hal yang pertama dilakukan oleh harakah ini adalah membangun al-mihwar at-tanzhimi, yang dicirikan dengan memperkuat hubungan para kader dengan Allah Taala, sehingga kader memiliki aqidah yang mendalam (al-iman al-amiq), pemahaman yang utuh (al fahmu ad-daqiq) dan amal yang berkelanjutan (al-amal al-mutawashil), sehingga mereka mampu memikul bagaimanapun beratnya beban dakwah ini karena:

Senin, 27 Juni 2011

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT

Makna La ilaha illallah
Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 45
Makna syahadat la ilaha illallah adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.
Kalimat syahadat ini telah mengalami penyimpangan penafsiran di antaranya adalah :
  • Pemaknaan la ilaha illalah dengan ‘la ma’buda illallah’ tidak ada sesembahan selain Allah, hal ini jelas salahnya karena yang disembah oleh orang tidak hanya Allah namun beraneka ragam
  • Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la khaliqa illallah’ tidak ada pencipta selain Allah. Makna ini hanya bagian kecil dari kandungan la ilaha illallah dan bukan maksud utamanya. Sebab makna ini hanya menetapkan tauhid rububiyah dan itu belumlah cukup.
  • Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la hakimiyata illallah’ tidak ada hukum kecuali hukum Allah, maka inipun hanya sebagian kecil maknanya bukan tujuan utama dan tidak mencukupi.
Sehingga penafsiran-penafsiran di atas adalah keliru. Hal ini perlu diingatkan karena kekeliruan semacam ini telah tersebar melalui sebagian buku yang beredar di antara kaum muslimin. Sehingga penafsiran yang benar adalah sebagaimana yang sudah dijelaskan yaitu : ‘la ma’buda haqqun illallah’ tidak ada sesembahan yang benar selain Allah
Makna Muhammad Rasulullah
Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 46
Sedangkan makna syahadat anna Muhammadar rasulullah adalah mengakui secara lahir dan batin bahwa beliau adalah hamba dan utusan-Nya yang ditujukan kepada segenap umat manusia dan harus disertai sikap tunduk melaksanakan syari’at beliau yaitu dengan membenarkan sabdanya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan tuntunannya.
Rukun dan Syarat Syahadat